Marquee Text

Mohon isi Buku Pengunjung terlebih dahulu. Terimakasih

Glitter Text Generator

Seiring dengan perjalanan waktu yang setiap saat selalu berubah bersama perubahan kebudayaan dan perkembangannya yang melahirkan berbagai temuan ilmu dan teknologi, ternyata telah mengantarkan kita ke era modern yang ditandai dengan merebaknya berbagai peralatan yang super canggih berbasis teknologi kelas tinggi.

Teknologi Informatika dan Komputer,  inilah sebuah rangkaian kata yang belakangan ini selalu menggema dan nyaris membuat kita terperanjat, kaget dan bahkan ada sebagian orang yang alergi karenanya.

Kendati demikian dan apapun kondisinya, mau tidak mau, suka tidak suka, kita pasti akan terseret oleh kuatnya magnet teknologi tersebut dan insyaAllah pada gilirannya nanti kitapun akan mampu menyesuaikan diri.

Untuk menjadi seorang guru yang profesional dan smart, salah satu cirinya adalah bagaimana ia bersikap ketika tawaran teknologi ini ditujukan kepadanya. Hal ini seiring dengan program pemerintah di bidang pendidikan untuk menjadikan TIK sebagai basis dalam kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.

Oleh karena itu, izinkanlah dalam kesempatan ini, kami mengajak kepada kita semua, terutama insan-insan edukasi untuk memanfaatkan secara optimal kehadiran TIK ini sebagai sarana yang sangat menunjang bagi keberhasilan di bidang pembelajaran khususnya dan di bidang pendidikan pada umumnya. Tumbuhkan minat dan kembangkan bakat dan kemampuan kita di bidang tulis menulis, karena disamping merupakan tuntutan profesionalitas, juga ia merupakan hal yang intens dalam upaya pengembangan diri.

Terlebih-lebih kita sebagai ummat Islam yang telah dijadikan Tuhan sebagai ummat terbaik yang dilahirkan di tengah-tengah manusia lainnya, yang selalu mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, tentu kemampuan yang satu ini (menulis) merupakan sebuah alternatif dalam hal partisipasi dalam mengembangan da’wah Islamiyah. Bahkan berda’wah melalui tulisan atau berda’wah melalui media baca tulis mempunyai substansi yang lebih unik dibandingkan dengan berda’wah melalui lisan dan perbuatan.

Ketahuilah, da’wah secara tertulis mempunyai kawasan dan jangkauan yang tak terbatas yang akan melintasi berbagai sektor dan zaman. Kehadiran dan eksistensi sebuah tulisan boleh jadi usianya jauh lebih panjang dari pencetus tulisan itu sendiri. Disamping itu, nilai arti dan manfaat sebuah tulisan pasti akan terus mengalir dan mengalir terus tak pernah henti.

Karenanya, yuk kita menulis dan menulis …..

Congratulationstext Text


Topik Terkini :

MEMADUKAN POTENSI ILMU, IMAN DAN AMAL SHALEH DALAM PEMBANGUNAN

(Sebuah Upaya Mengisi Kemerdekaan)

Seseorang yang berilmu pengetahuan, selayaknya ia juga pengamal dari ilmu yang ia miliki. Karena, jika ukuran amal adalah buah, maka ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tak berbuah. Buat apa kita memelihara pohon yang tak kunjung berbuah. Lebih baik kita tebang saja, karena tidak memberikan manfaat bagi kita. Oleh karena itu, segala ilmu pengetahuan yang kita miliki hendaknya tidak hanya sekedar ilmu, tetapi kitalah orang pertama yang mengamalkan ilmu tersebut. Terlebih-lebih ilmu agama. Semakin dalam ilmu agama yang kita miliki, seyogyanya semakin baik pula  amal dan  ibadah yang kita kerjakan. Demikian juga dengan ilmu-ilmu yang lain, apalagi jika ilmu yang kita miliki adalah ilmu terapan, seperti ilmu komputer, ilmu bangunan, otomotif dan sebagainya, pada umumnya ilmu-ilmu seperti ini membutuhkan pengamalan atau penerapan terus menerus. Semakin diterapkan, ilmu tersebut akan semakin mantap dan semakin berkembang serta semakin sempurna. Sebaliknya, jika tidak diterapkan, ilmu tersebut akan menjadi kaku, bahkan boleh jadi, ilmu tersebut akan hilang sendirinya.

Agar ilmu pengetahuan yang kita miliki dapat berbuah, dan buahnya dapat dinikmati, tidak hanya kita sendiri, tetapi juga bisa dinikmati oleh orang lain, maka ilmu yang kita miliki tersebut hendaknya kita berikan atau kita ajarkan kepada orang lain, agar orang lain berkesempatan pula mengamalkan atau memetik buah dari ilmu tersebut.

Mengamalkan ilmu berarti menerapkan ilmu tersebut baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Misalnya kita punya keterampilan di bidang komputer. Keterampilan ini kita gunakan tidak saja untuk mendukung kelancaran usaha tempat bekerja kita, tetapi keterampilan ini juga kita  gunakan untuk membantu pengurus masjid dalam hal kegiatan administrasi, sehingga tata administrasi masjid menjadi teratur dan rapi.

Jika segala ilmu yang kita miliki selalu berbuah dan buahnya dapat dinikmati oleh diri kita sendiri juga orang lain, maka inilah dia yang disebut dengan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang membuahkan amal shaleh.

Amal shaleh atau amal kebajikan merupakan perbuatan yang tidak saja memberikan kemanfaatan bagi sipelakunya, tetapi amal shaleh juga mendatangkan kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain. Kenapa demikian? Karena amal shaleh tidak hanya sebatas perbuatan-perbuatan yang berhubungan dengan ibadah ritual seperti, shalat, puasa, zakat, haji dan amalan-amalan lainnya seperti doa, dzikir, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an dan sebagainya, namun kegiatan-kegiatan seperti bersedekah untuk fakir miskin, berpartisipasi dalam pembangunan masjid, mushalla, balai pendidikan Islam, memberikan bantuan baik tenaga, moril maupun materiil    untuk pembuatan atau perbaikan jalan dan jembatan, perbaikan sarana umum lainnya juga termasuk amal shaleh. Pendeknya, setiap perbuatan yang mendatangkan manfaat positif baik untuk diri sendiri, keluarga, jiran tetangga dan masyarakat, termasuk dalam lingkup amal shaleh, asal semua perbuatan tersebut dilakukan secara ikhlas dan semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah SWT.

Beramal shaleh berarti melakukan perbuatan kebajikan. Allah sangat suka kepada orang yang gemar berbuat kebajikan. Karenanya banyak sekali keutamaan-keutamaan bagi orang-orang yang gemar berbuat kebajikan.

Firman Allah dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Ankabuut ayat 69).

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-A’raaf ayat 56).

“Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-A’raaf ayat 161).

“Mereka memperoleh apa yang mereka kehen-daki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balas-an orang-orang yang berbuat baik. (QS. Az-Zumar ayat 34).

“Barangsiapa yang membawa kebajikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripa-danya” (QS. An-Naml ayat 89).

 “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya” (QS. Yunus ayat 26).

Kaitannya dengan pembangunan, ilmu merupakanpenunjang pembangunan, amal shaleh adalah wujudnya dan pembangunan itu sendiri adalah prosesnya.

Seorang pencinta ilmu, dia juga pencinta amal shaleh sekaligus seorang pembangun. Inilah yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya.

Jika wujud pembangunan itu berupa sarana pisik, maka amal shaleh yang disumbangkan seorang Muslim dapat berupa partisipasi dalam hal membangun tempat ibadah, sarana pendidikan dan berbagai sarana umum lainnya. Jika wujud pembangunan itu berupa produk tulisan, maka amal shaleh yang disum-bangkan seorang Muslim dapat berupa gagasan, pemikiran yang dipublikasikan melalui sarana atau media komunikasi dan informasi, baik media cetak maupun elektronik. Banyaklah lagi tentunya hal-hal yang dapat disumbangkan oleh kaum Muslimin dalam rangka turut memacu lajunya pertumbuhan pembangunan, yang tentunya juga disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh individu kaum Muslimin itu sendiri.

Tulis Saran/Tanggapan/Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s